Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

NGANJUK DALAM GAMBAR: Guru Sang Pembimbing






Dari Nganjuk: SDN Sonoageng 2 Prambon.....................
Sebelum dan sesudah MBE datang

SDN Sonoageng 2 yang terletak di kecamatan Prambon di ujung timur Kabupaten Nganjuk berbatasan dengan Kabupaten Kediri. Sekolah yang dipimpin oleh bapak Muchtarom ini, baru saja mengalami perubahan besar-besaran: dari sekolah yang sangat konvensional berubah menjadi sekolah dengan ciri PAKEM yang sangat kental. Hal ini sangat menggembirakan. Semangat dan keinginan yang kuat dari semua pihak di sekolah ini telah mengubah hampir secara total keadaan sekolah. Dari sekolah yang sangat 'bersih' (hampir tidak ada hasil karya siswa) menjadi sekolah yang ramai dengan hasil karya siswa. Ini terlihat dari banyaknya hasil karya siswa yang dipajangkan baik di papan pajangan maupun di dinding kelas. Siswa dan guru terlihat sangat menikmati proses belajar mengajar.

Bu Mamik dengan siswa dan kelasnya

Tampak dalam gambar di atas Bu Mamik, guru kelas 1 yang juga merangkap kelas 2 dengan siswa dan kelasnya sebelum Pelatihan PAKEM, sedangkan dalam gambar di sebelah kanan terlihat kelas 'baru' dengan nuansa PAKEMnya.

Di samping kanan adalah hasil karya siswa kelas 1 di SDN Sonoageng 2 Prambon. Anak mengamati dan kemudian mendeskripsikan bagian-bagian tubuh manusia dengan meng-gambar sendiri secara seder-hana tubuh manusia.

Paguyuban Kelas 4 SDIT Baitul Izzah, Nganjuk

Paguyuban kelas memang belum lazim ada di Kabupaten Nganjuk. Sebagian mengira bahwa adanya Paguyuban Kelas berarti 'tambahan iuran' di sekolah. Tetapi ang-gapan itu akan tertepis dengan adanya paguyu-ban kelas seperti yang dimiliki oleh SDIT Baitul Izzah. Paguyuban Kelas yang diketuai oleh bapak Agus Salim ini memiliki anggota dengan beragam profesi, tetapi semua memiliki komitmen bersama yang cukup kuat untuk kepentingan pendidikan anak-anak mereka.

Sabtu tanggal 24 Desember 2005 yang lalu Paguyuban Kelas 4 mengadakan rapat dan menghasilkan beberapa program, diantaranya, sebagai berikut :

  • Kunjungan kelas oleh Orangtua Murid atau diistilahkan dengan Guru Intip

  • Menghadirkan narasumber profesi ke kelas yang berasal dari orangtua murid sendiri

  • Membentuk sudut baca di kelas

  • Kunjungan belajar / belajar di lapangan

  • Keterampilan hidup / life skill yang dibina oleh orangtua murid

  • Penambahan kelengkapan alat belajar di kelas

  • Mendukung program komite dalam pembuatan buletin bulanan komite sekolah

  • Pencanangan Gerakan Mati TV di rumah dari Hari Minggu s/d Jum'at Jam 18.00 - 20.00 agar murid lebih fokus untuk belajar dan beribadah

  • Monitoring tugas baca untuk materi pelajaran yang akan datang

Dukungan Legislatif bagi Program MBE di Nganjuk

Usai Pelatihan MBS/PSM 1 dan Pelatihan PAKEM 1 di Kabupaten Nganjuk, ternyata ada beberapa anggota Dewan (Komisi D) yang langsung turun memonitor sampai sejauh mana pelaksanaan dan penerapan hasil pelatihan tersebut di sekolah. Hal ini diungkapkan oleh anggota DPRD Komisi D Bapak Didik Yudianto yang mengadakan temu konsultasi dengan Kepala SD se-Kecamatan Prambon.

Dalam pertemuan tersebut beliau menyebutkan arti pentingnya peran orang tua dan komite dalam manajemen sekolah dan juga proses pembelajaran siswa. Dalam gambar di atas tampak Pak Didik (kiri) dengan Pak Arief Mahatma Kabag TU Dinas DIKPORA Kab. Nganjuk yang juga sekretaris Tim Pelaksana Program MBE di Nganjuk.

Selain itu, dukungan Komisi D DPRD Kabupaten Nganjuk juga terlihat pada saat Kunjungan Kerjanya ke Kabupaten Probolinggo untuk melihat perkembangan MBE di Probolinggo, sehingga dapat dijadikan acuan untuk keberhasilan Program MBE di Nganjuk. DPRD Nganjuk juga sangat peduli dengan perkembangan program MBE yang lainnya. Hal ini terbukti dengan ikut sertanya Komisi D DPRD dalam Rapat Tim Pemetaan dan Formula Funding di Kabupaten Nganjuk. Semoga kerjasama yang baik ini tetap terjaga!

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID