Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

MADIUN: KKG-MGMP Khusus Sekolah Binaan MBE

Salah satu kesulitan yang dijumpai guru dalam menerapkan PAKEM adalah ketrampilan merancang pembelajaran (membuat rencana pembelajaran) yang menarik dan mampu mengaktifkan siswa dengan kegiatan yang beragam dan bermanfaat. Guna mengatasi hal tersebut di Kota Madiun telah diselenggarakan KKG-MGMP secara beruntun untuk mengatasi hal tersebut.

KKG-MGMP Pertama dilaksanakan pada Oktober 2005. Waktu pelaksanaan 3 Jam. Kegiatan sebagai berikut:

  1. Pembahasan Umum: Pada pertemuan pertama, kegiatan diawali dengan berbagi cerita tentang pengalaman mengajar mengunakan pendekatan PAKEM dan kendala yang dihadapi. Peserta saling berbagi ide bagaimana mengatasi kendala yang muncul.

  2. Pemetaan Kompetensi Dasar (KD): Peserta diminta memilih satu Kopetensi Dasar yang dalam waktu dekat akan diajarkan. Peserta dibagi dalam kelompok kelas, Kelas 3 sd 6 untuk SD dan kelas 1 sd 3 untuk SMP. KD dipetakan dan guru mencari sumber belajar yang dapat digunakan dan pengalaman belajar yang akan diterima siswa.

  3. Presentasi dan Perbaikan: Setelah pemetaan selesai setiap kelompok melakukan presentasi dan kelompok lain diminta menanggapi dan menambahkan hal-hal yang dirasa perlu.

Peserta melakukan presentasi hasil diskusi kelompok.

KKG-MGMP Kedua Kegiatan ini merupakan lanjutan dari KKG-MGMP Pertama. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2005. Peserta sudah diminta untuk membawa Rencana Pembelajaran hasil diskusi KKG-MGMP pertama dan membawa hasil karya siswa.

Kegiatan ini dibagi seperti berikut:

  1. Diskusi hasil karya siswa: Peserta diminta menceritakan pelaksanaan RP yang sudah dibuat dan menunjukkan hasil karya siswa. Juga dibahas kendala-kendala yang dihadapi untuk mendapat masukan dari peserta lain.

  2. Pemetaan satu KD: Peserta memilih satu KD lagi yang akan diajarkan dalam waktu dekat. Diskusi dilakukan untuk menemukan sumber belajar apa saja yang dapat digunakan dan pengalaman belajar apa yang akan diperoleh siswa.

  3. Presentasi dan Perbaikan{ Setelah pemetaan selesai, hasil diskusi dipresentasikan dihadapan peserta lain untuk mendapat masukan-masukan dan perbaikan.

Peserta sudah mulai membawa hasil karya siswa dan dilakukan pembahasan bagaimana cara mem-perbaiki Rencana Pem-belajarannya agar pem-belajaran di kelas lebih menarik.

Kegiatan seperti ini akan dilakukan kembali pada Bulan Februari 2006. Setelah guru terbiasa berkreasi dengan Rencana Pembelajaran, topik kegiatan KKG-MGMP akan diganti. Kata kunci agar kegiatan ini berlangsung baik adalah konsistensi.

BANYUWANGI: Studi Banding dari Kalimantan Barat

Pada awal bulan Desember 2005 sekolah binaan MBE yang berada di kecamatan-kecamatan Banyuwangi mendapat kunjungan dari 4 Kabupaten/Kota Propinsi Kalimantan Barat yaitu dari Kabupaten Sambas, Kabupaten Pontianak, Kota Pontianak dan Kota Singkawang.

Peserta studi banding terdiri dari unsur Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kepala UPTD, Pengawas serta Kepala sekolah SD dan SMP kurang lebih 57 orang. Peserta studi banding terlihat sangat antusias ketika melihat proses belajar-mengajar di kelas dengan PAKEMnya.

Bpk Kadir

Selain itu, dialog antara peserta dengan kepala sekolah dan Komite yang dikunjungi juga dilakukan. Pada gambar di sebelah atas ketua komite SMPN 1 Banyuwangi Bpk Kadir sedang memperlihatkan peran paguyuban kelas yang sudah berjalan dengan baik.

Mereka juga sangat tertarik dengan adanya paguyuban kelas yang sangat membantu terlaksananya program sekolah di tingkat kelas. Peserta studi banding juga menanyakan langsung kepada siswa bagaimana kesannya terhadap pelaksanaan PAKEM. Dari hasil kunjungan yang singkat ini mereka menyatakan puas dan sangat terkesan serta berkeinginan untuk dapat menerapkan PAKEM di daerahnya masing-masing.

Membuat Es Krim (Es Putar) = Belajar Fisika

Pelajaran Fisika bukan lagi menjadi hal yang menakutkan dan membosankan bagi siswa. Sebaliknya pelajaran Fisika menyenangkan dan menantang. Hal ini terbukti saat siswa SMPN 1 Banyuwangi belajar Fisika, mereka sangat antusias dan senang. Mereka mencoba mengkaitkan kejadian sehari-hari dengan pelajaran fisika.

Ibu Rini, guru IPA SMPN 1 Banyuwangi, membelajarkan "Perpindahan kalor, perubahan wujud zat, penurunan titik lebur es dan isolasi kalor" dengan membuat es krim atau disebut juga es putar. Pada kegiatan membuat es krim ini siswa mengalami langsung dengan mengaktualisasi kalor lewat gerak sehingga terjadi perubahan wujud.

Peralatan yang digunakan dalam praktek ini tergolong murah karena memanfaatkan Garam, es batu, syrup beberapa rasa serta kaleng bekas biskuit. Ternyata dengan kegiatan ini siswa menjadi jauh lebih mudah memahami konsep "Azas Black" dibanding hanya dengan membaca dan diterangkan.

Cerita dan Pertanyaan dari Daerah

Kalau Anda ingin bertanya memberi komentar, atau mempunyai cerita, mohon dikirimkan melalui pos, fax atau e-mail. Alamat, nomor fax, dan e-mail ada di halaman belakangi.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID