|
MAGETAN: MIN Tawanganom Tidak Mau Ketinggalan
Dengan semangat kebersamaan dengan didasarkan komitmen yang tinggi terhadap peningkatan mutu, MIN Tawanganom juga tidak mau ketinggalan dengan daerah lain. Setelah diberi bekal melalui pelatihan MBS, PSM dan PAKEM serta dilakukannya studi banding, mereka langsung menindaklanjuti dengan mengumpulkan wali murid untuk membentuk paguyuban kelas.
Atas: Para wali murid antusias sekali saat mendengarkan sambutan ketua komite sekolah dan kepala sekolah dalam rangka pembentukan paguyuban kelas di MIN Tawanganom Magetan.
Bapak Nurudin selaku guru bahasa Indonesia di MIN Tawanganom sedang asyik memperagakan cara menggosok gigi yang benar dengan pola pembelajaran PAKEM. Anak-anak begitu semangat dan senang dalam kegiatan belajar mengajar tersebut. Mereka langsung memperagakan cara menggosok gigi yang benar.
Bawah: Bapak Nurudin sedang asyik mempraktekkan pembelajaran PAKEM dengan mengajak keluar kelas.
Kegiatan Berjalan Lancar
Kanan: Para fasilitator daerah Kabupaten Magetan sedang asyik dan serius membicarakan mutu pendidikan di Kabupatennya di rumah makan pondok bambu dalam rangka tindak lanjut dari pelatihan fasilitator di Batu.
Kanan: Bapak Sumarjoko selaku Kabid Sosbud Bappeda Kabu-paten Magetan sedang serius membicarakan pemetaan dan perencanaan pendidikan saat rapat kerja pemetaan dan perencanaan pendidikan tanggal 5 Januari 2006 di ruang Ki Mageti pendopo Kabupaten.
GUGUS MBE SUKOHARJO: Guru Berani Tampil Beda
SD dan MI mitra MBE di Kecamatan Sukoharjo dan Kecamatan Kartasura telah membentuk Gugus MBE. Gugus MBE di kecamatan Sukoharjo terbentuk pada tanggal 16 Nopember 2005, sedangkan Gugus MBE di Kecamatan Kartasura terbentuk pada 24 Desember 2005. Masing-masing gugus telah melaksanakan KKG. Mereka telah tiga kali melaksanakan KKG di gugus masing-masing, untuk Kec. Sukoharjo dua kali sedangkan Kec. Kartasura baru satu kali. Melalui KKG di Gugus MBE, guru-guru ternyata tampil beda dalam upaya mewujudkan profesonalisme mereka.
|
Hal ini ditunjukkan dengan aktivitas mereka yang partisipatif, aktif, dan bersemangat, serta menyenangkan. Ini adalah hal yang jarang didapatkan pada KKG reguler di setiap gugus.
|
Guru-guru SD dan MI Kec. Sukoharjo yang tergabung dalam Gugus MBE sedang melaksanakan Kelompok Kerja Guru (KKG) di SDN Sukoharjo 2. Mereka bersama-sama membuat Program Semester (Promes). Ini sebuah warna baru pada sekolah-sekolah mitra MBE di Kab. Sukoharjo.
|
Hal lain yang tak kalah menarik dalam KKG di Gugus MBE adalah tekad guru-guru untuk mengimplementasikan pembelajaran secara PAKEM terhadap semua mata pelajaran. Untuk mewujudkan hal tersebut, mereka senantiasa mengedapankan diskusi, tukar pikiran, dan tukar pengalaman dalam menghadapi permasalahan yang ditemui di sekolah masing-masing.
SUKOHARJO: Studi Banding ke Banyumas
Pada tanggal 14 dan 17 Nopember 2005, guru, kepala sekolah, komite sekolah dari sekolah-sekolah MBE tahap ke-3 Kabupaten Sukoharjo mengadakan studi banding ke Kabupaten Banyumas yang merupakan daerah program MBE tahap ke-2.
Menyertai kunjungan tersebut adalah: Pengawas SD, SMP dan Pendidikan Agama Islam, Kepala Cabang Dinas, Kasubdin TK/SD/SDLB, Kasubdin SMP/SMA/SMK, Kasi Ma-pendais, dan Dewan Pendidikan. Kunjungan di bagi dalam dua gelombang. Gelombang I, Kecamatan Sukoharjo berkunjung pada tanggal 14 November 2005.
|
Paling Atas: Pak Wagimin, dari SDN Jetis 1 Sukoharjo berdialog dengan anak kelas 1 SDN Ajibarang Wetan, Banyumas.
Atas: Ketua rombongan SMPN 2 dan SMPN 3 Kartasura Pak Sutanto Widayat (keempat dari kiri) berdialog dengan Kepala Sekolah, dan Komite Sekolah SMPN 3 Ajibarang.
|
Gelombang II, Kecamatan Kartasura berkunjung pada tanggal 17 November 2005. Melalui studi banding tersebut Kabupaten Sukoharjo berharap dapat belajar banyak pada daerah yang lebih dahulu melaksanakan program MBE dan dapat melaksanakan pengelolaan sekolah secara otonom, transparan, akuntabel, partisipatif, dan efektif, serta dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara PAKEM demi mewujudkan hasil belajar siswa yang baik.
|