Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Pengembangan Pembelajaran PAKEM

Membuat Percakapan

Gambar 1: Siswa-siswi kelas 3 di SD Turen 2 telah menulis dan sedang mempratikkan percakapan telepon dengan menggunakan telepon bekas. Mereka diamati gurunya, Ibu Yamini.

Ibu Yamini

Pak Asari Mengajar Pecahan

Siswi kelas 3 Pada saat kunjungan tim MBE anak kelas 3 SD Tumpuk Renteng 1 sedang belajar konsep pecahan dengan mengarsir berbagai bangun (lihat gambar 2). Bpk Asari, Kooordinator MBE Jawa Timur ingin mengetahui secara lebih mendalam sejauh mana anak mengerti bahwa pecahan merupakan bagian yang besarnya sama dari suatu bangun benda. Beliau menggambar beberapa bangun di papan tulis yang menggambarkan pecahan yang besarnya sama dan tidak sama untuk menguji pemahaman anak tentang hal ini (gambar 3)

Bpk Asari
Galuh dan Ibu Esti Widiastuti
Soal cerita Galuh

Anak Kelas 1 Menyusun Soal Cerita Sendiri

Gambar 4 & 5 (atas): Galuh, anak kelas 1, SDN 2 Purbalingga Lor (diamati gurunya, Ibu Esti Widiastuti) telah menyusun soal cerita sendiri. Kegiatan ini mengembangkan pengertian anak serta kreatifitasnya apalagi di kelas!

Alat Bantu Sederhana

Di kelas 1, SD 69 Banda Aceh anak-anak belajar tentang segitiga dengan menggunakan korek api sebagai alat bantu yang sangat murah dan sederhana.

Magang ke SD Fasilitator

Berdasarkan pengalaman selama program MBE berjalan magang adalah salah satu jenis pelatihan yang sangat efektif untuk membantu guru mengembangkan pelajaran PAKEM. Dalam proses magang ini guru ditempatkan selama beberapa hari bersama guru yang sudah menguasai pembelajaran PAKEM untuk membantu di dalam kelas serta menyerap proses belajar mengajar yang baik.

Menyiasati jadwal fasilitator Kabupaten Pati yang terlalu padat dalam melatih di Kabupaten Pati dan kabupaten lain, maka fasilitator SD/MI Kabupaten Pati melakukan perubahan dari pendampingan ke SD Binaan menjadi magang di sekolah fasilitator dengan jadwal yang disepakati antara Kepala Sekolah SD binaan dan SD fasilitator selama 3 hari di setiap mata pelajaran. Dengan magang tersebut ada beberapa hal yang dapat diambil hikmahnya :

  • menambah pengalaman dan pemahaman tentang materi KBM

  • penyempurnaan penyusunan rencana pembelajaran

  • menambah pengalaman tentang cara menghadapi anak ditempat lain

  • memperoleh variasi penilaian siswa dalam kelompok

  • belajar mencari nilai tambah yang positif dengan sekolah yang dijadikan tempat magang

  • praktik mengajar di sekolah magang meningkatkan pemahaman PAKEM

Bpk Sutaji Guru IPA
Bpk Kabullah Daim

1. Bpk Sutaji Guru IPA SD Tamabahmulyo 02 magang di SD Bpk Kabullah Daim
2. Bpk Kabullah Daim dengan Bpk Sulistyono
3. Bu Narni SD Jakenan dengan Guru SD Kuryokalangan


Bu Narni

Membuat Teknologi Sederhana

Anak kelas 5b di SDN 2 Purbalingga Lor telah membuat kamera lubang jarum. Dengan alat tersebut gambar diproyeksikan di layar di belakang kamera melalui sinar yang masuk ke lubang jarum di depan kamera.

Bawah: Ibu Sutiyah, guru kelas 5b, difoto bersama Amelia dan Dani dua anak kelas 5 yang memegang kameranya.

Ibu Sutiyah
RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID