Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Kemajuan di Krucil, Probolinggo

Kecamatan Krucil, Probolinggo adalah daerah binaan MBE. Krucil terletak cukup jauh dari kota Probolinggo di samping gunung, dan suasananya pedesaan. Ketika ke SD Betek 1 kami diberitahu oleh guru bahwa sebelum ada MBE banyak anak yang tidak masuk sekolah karena membantu orang tua. Sekarang kesadaran dan dukungan orang tua terhadap pendidikan anaknya sudah meningkat, dan kehadiran anak sudah naik.

Apalagi permintaan orang tua masuk SD Betek 1 sudah meningkat sehingga jumlah siswa di kelas awal jauh lebih tinggi daripada kelas tinggi. Pelaksanaan PAKEM sangat menonjol di SD Betek 1 tidak hanya dalam pengelolaan siswa dalam kelompok dan pajangan kelas. Kegiatan yang dikerjakan siswa merupakan kegiatan PAKEM dalam hal menggunakan alat bantu belajar, memanfaatkan lingkungan sekitar dan menulis dengan kata-kata sendiri.

Ibu Like guru kelas 5 membantu anak
Hasil grafik Sulastri

Anak kelas 5 mengumpulkan data penduduk desa Betek, membuat grafik dan menganalisis data. Hasil grafik Sulastri ditunjukkan (No. 2). (No. 1) Ibu Like, guru kelas 5 dan fasilitator MBE membantu anak dalam pembelajaran.

Alat bantu belajar Di kelas 2 -
(a) anak menggunakan batu sebagai alat peraga untuk berhitung, sedangkan di kelas 4 (b) anak melakukan percobaan tentang panca indra (penciuman) di luar kelas. Di kelas 1 (c) banyak alat bantu belajar dipajangkan di kelas.

Pembinaan Kepala Cabang Dinas

Pak Ngadirin, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Kecamatan Krucil pada hari Sabtu lebih suka memantau ke sekoah dari pada libur.

Pak Hajibir, Pak Ngadirin SH, dan Pak Bambang Prisitianto.

Dari kiri ke kanan: Pak Hajibir, SPd, PengawasTK/SD, Pak Ngadirin, SH., Kepala Cabang Dinas, dan Pak Bambang Prisitianto, SPd, Pengawas TK/SD mengamati RIPS di kecamatan Krucil

Dia juga sangat membantu kepala sekolah dalam pembuatan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dengan mengadakan rapat sebanyak empat kali sampai semua sekolah sudah selesai.

SD Bremi 1 Memanfaatkan Lingkungan

Pada saat kami berkunjung ke SD Bremi 1 di Krucil anak kelas 4 bersama gurunya Ibu Honifah sedang keluar sekolah, berkunjung ke peternakan kupu-kupu dan serangga lainnya yang berada di desa Bremi. Mereka belajar langsung dari pengamatan siklus hidup kupu-kupu. Ini benar-benar PAKEM dan jauh lebih bermakna bagi siswa. Anak yang mengalami hal seperti ini akan memahami dan tidak akan lupa! Di bawah ini anak bersama gurunya mengamati keempat tahap kehidupan kupu-kupu sebagai berikut (1) telur; (2) ulat; (3) kepompong, dan (4) kupu-kupu.

Telur
Ulat
Kepompong
Kupu-Kupu

Kami Minta Dikunjungi Pengawas!

Ada suatu cerita yang menarik dari Probolinggo. Sebelum adanya program MBS pada umumnya para guru takut dikunjungi pengawas. Sekarang sikap kedua pihak berubah total! Guru-guru minta dikunjungi terus, supaya kerja mereka dipantau dan dihargai sampai jadwal pengawas penuh.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID