|
Blitar Bekembang Cepat
Blitar baru masuk program MBE dan waktu kami ke sana sekolah binaan sedang dilatih. Meskipun demikian sekolah yang dikunjungi sudah menujukkan banyak kemajuan. Hal ini terjadi sebagi akibat studi banding ke Probolinggo yang telah berlangsung pada bulan Juli, dan merupakan bukti komitmen teman-teman dari Blitar di tingkat kabupaten maupun sekolah untuk maju.
SD Babadan 1, Wlingi
Waktu kami masuk SD Babadan 1 di Kecamatan Wlingi langsung kelihatan rencana sekolah yang dipajang secara terbuka di depan sekolah (foto 1 di bawah). Di beberapa kelas sudah ada pajangan indah yang merupakan hasil karya siswa sendiri, serta kelas dikelola rapih dan indah, antara lain di kelas 3b dan 3c (foto 2 dan 3 di bawah).
Demokrasi kelas
Pak Agus, guru kelas 5, mengajak siswanya lebih berpartisipasi dalam pengelolaan pengajaran. Dia melakukan hal ini melalui Kotak Suara Siswa. Foto Bapak Agus ada di bawah ini (gambar no.1), beserta tulisan pendapat seorang anak namanya Aldila Sandhayu (gambar no.2). Melibatkan siswa (dan semua pihak lainnya di sekolah) sangat penting untuk mengembangkan rasa tanggung jawab dan keterbukaan.
SD Bajang 2, Talun
Di SD Bajang 2 beberapa inovasi sudah nampak. Di kelas 6 (sebelah kanan atas) sudah dibentuk perpustakaan kelas yang dimanfaatkan siswa. Suasana kelas juga menyenangkan dengan adanya pajangan hasil karya siswa dan alat bantu belajar. Suasana kelas yang menyenangkan menarik minat anak untuk belajar.
Di kelas 4 Bpk Fx. Basuki telah mengajak anak menulis buku harian tentang kegiatan mereka sehari-hari hal yang baik untuk melatih anak untuk menulis.
|
|
SD Tangkil 1, Wlingi
Semua pengunjung, termasuk kepala Dinas Pendidikan, Bpk. Bambang Suntoro, memang kaget masuk SD Tangkil 1 yang baru masuk program MBE melihat perubahan yang benar-benar merata di semua kelas, di manajemen sekolah dan partisipasi masyarakat.
Tiga orang kunci dalam pegembangan sekolah (atas) adalah Ketua Komite Sekolah, Bpk. Yuwono Budi S., Anggota Komite Sekolah, Ibu Dwi Rahayu dan Kepala Sekolah, Ibu Sri Suwarni
Komite sekolah terlibat dalam perencanaan program sekolah dan RAPBS sudah dipajangkan untuk dilihat semua orang. Sudah terbentuk paguyuban kelas di semua kelas. Pada saat kami berkunjung ke sekolah beberapa orang tua membantu baik di halaman sekolah (atas) maupun membantu guru di dalam kelas. Mereka menyatakan sangat senang membantu guru, dan guru senang dibantu (bawah).
Inovasi pembelajaran yang paling menonjol di kelas 1. Gurunya, Ibu Wening Sripeni telah membuat buku besar dan memanfaatkannya dengan murid. Dia mendapat ide dari fasilitator kabupaten. Dia dibantu orang tua murid, Ibu Mudawaro (di bawah)
|
|