Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Workshop PAKEM Mata Pelajaran
(Bagian ke 2)

Dalam Suara MBE 6, kita melihat Kurikulum Berbasis Kompetensi sebagai suatu kerangka bagi para guru untuk mengembangkan program program pembelajaran mereka.

Pengembangan tema tema

Sementara menyelesaikan bedah kurikulum (Curriculum Scan) peserta mengidentifikasikan beberapa tema yang akan membentuk dasar bagi pengembangan program tahunan. Tema-tema ini berisi kompetensi kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan akan membantu untuk mengorganisasikan banyak kompetensi yang harus diajarkan pada satu tingkat kelas.

Tentu saja tidak setiap kompetensi dapat masuk atau cocok untuk suatu tema, dan beberapa kompetensi harus diajarkan secara terpisah, tetapi suatu tema yang mengandung sejumlah kompetensi memberikan suatu konteks untuk belajar mengajar.

Para peserta menyusun tema tema itu ke dalam program / jadwal tahunan dan menentukan kapan dan berapa lama tema itu akan diajarkan. Sebagai ganti mengajarkan pelajaran yang tidak berkaitan satu sama lain, perencanaan tematik memberikan kesempatan kepada guru untuk memfokuskan rencana pembelajaran pada topik tertentu, untuk jangka waktu tertentu.

Disarankan bahwa 3 atau 4 minggu adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan suatu tema. Setiap tema berisi beberapa kompetensi dari semua mata pelajaran, oleh karena itu guru sekarang dapat memasukkan banyak kompetensi dari berbagai pelajaran yang berbeda. Cara ini lebih efisien dan yang lebih penting, kompetensi kompetensi tidak diajarkan secara terisolasi, tetapi berkaitan melalui berbagai kegiatan dalam satu tema.

Belajar lebih efektif kalau suatu gagasan baru diperkenalkan di dalam konteks khusus dan mendapat dukungan atau "ada kerangkanya". Cara ini membantu siswa untuk menghubungkan gagasan baru dengan gagasan gagasan yang sudah mereka ketahui.

Pengembangan perencanaan tematik

Untuk mengembangkan perencanaan tematik 4 minggu, peserta menggunakan suatu tabel, yang mencakup kolom untuk kompetensi kompetensi (yang diambilkan dari bedah kurikulum), kegiatan kegiatan pembelajaran, sumber sumber yang diperlukan dan kapan perlu asesmen

Tabel gambaran umum

Tabel ini memberikan "gambaran umum" dari tema. Peserta dianjurkan untuk melakukan saling curah pendapat mengenai kegiatan-kegiatan belajar yang berkaitan dengan tema dan mengidentifikasikan jenis jenis tugas asesmen yang akan diberikan dalam pengajaran tema tersebut. Setelah selesai, kegiatan dipecah menjadi program pembelajaran.

Para guru dalam Workshop Perencanaan

Para guru dalam Workshop Perencanaan Kurikulum Bahasa Indonesia dan Inggris

Pada waktu membangun rumah, pertama tama diperlukan suatu kerangka yang kuat. Setelah itu, tembok tembok, lantai, atap dsb dapat ditambahkan pada kerangka tsb. Scan kurikulum memberikan kerangka, dan perencanaan tahunan. Perencanaan tematik memberikan perincian untuk menyelesaikan rumah dengan berhasil.

Pembelajaran yang Kontekstual

Gempa Bumi dan Tsunami di Aceh

Rapat Reviu dan Perencanaan MBE di Batu dilaksanakan pada tgl. 4 s.d. 7 Januari, beberapa hari setelah peristiwa Gempa Bumi dan Tsunami yang mengakibatkan banyak korban dan banyak kerusakan di Aceh dan di beberapa negara lainnya di Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Ternyata banyak sekolah yang telah membahas tsunami, dan siswa menulis tanggapannya tentang peristiwa tersebut. Hal ini nampak dari hasil karya anak yang dipajangkan di tempat rapat maupun di sekolah yang dikunjungi peserta rapat di Batu dan Blitar.

Ada juga yang mengumpulkan dana untuk membantu para korban tsunami tersebut. Beberapa contoh hasil karya siswa terlihat di bawah.

Hasil karya siswa
Hasil karya siswa

Guru yang melakukan hal ini sangat bijaksana. Dengan memanfaatkan pengalaman anak dalam pembelajaran - semua anak pasti menonton peristiwa gempa bumi dan tsunami di televisi - pembelajarannya sangat relevan bagi siswa. Ini merupakan pembelajaran kontekstual yang sesungguhnya dan bermakna.

Dengan membahas peristiwa ini dan akibatnya anak dapat mempelajari antara lain:

  • Pelajaran moral - siswa mengembangkan rasa prihatin untuk korban tsunami dan membahas cara membantu mereka;

  • Pelajaran IPS - siswa membahas bagaimana terjadinya gempa bumi dan tsunami tersebut;

  • Pelajaran Bahasa Indonesia - siswa menulis tanggapan mereka tentang peristiwa tersebut.

Dengan adanya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) diharapkan guru lebih banyak memanfaatkan pengalaman anak dalam pembelajaran termasuk peristiwa-peristiwa yang berlangsung sewaktu-waktu termasuk bencana alam, peristiwa politik (misalnya pemilihan presiden), serta peristiwa olah raga seperti Tiger Cup, Olimpiade atau Piala Dunia. Melalui pendekatan ini pembelajaran lebih bermakna dan lebih efektif.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID