Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Monitoring MBE 2004

Sampai dengan bulan September 2004 Program MBE sudah dilaksanakan selama setahun di 5 kabu-
paten tahap pertama, yakni Batang, Pati, Pacitan, Probolinggo dan Banyuwangi. Suatu survey kondisi awal sudah dilaksanakan pada bulan Juli dan Agustus 2004. Tim monitor mengunjungii kabupaten-kabupaten tersebut pada bulan September 2004 untuk merekam kemajuan di bidang-bidang utama termasuk manajemen sumber daya yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, pendanaan sekolah sekolah untuk mendukung biaya operasional dan pemelihaaraan, dan perubahan- perubahan dalam manajemen berbasis sekolah, peran serta masyarakat, dan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah binaan di setiap kabupaten. Perubahan-perubahan yang jelas telah terjadi di semua kabupaten dan merupakan bukti komitmen semua stakeholder yang terlibat di tingkat kabupaten, kecamatan, sekolah dan masyarakat. Berikut ini adalah ringkasan kesimpulan utama dari laporan dan rekomendasi yang disusun oleh Elizabeth Sweeting dan tim monitoring. Rekomendasi dari tim monitoring ini tidak harus mencerminkan pandangan MBE

A. Peningkatan kemampuan PEMDA untuk merencanakan dan mengelola pendidikan

Tujuan proyek: Pelayanan pengelolaan pendidikan dasar yang efektif dan efisien yang tercermin dalam persiapan, pelaksanaan dan pemutakhiran rencana yang disusun berdasarkan data (data-based plan) untuk kecamatan-kecamatan binaan.

  1. Ada bukti kemajuan. Perencaaan sudah dibuat oleh PEMDA di setiap kecamatan berdasarkan data yang dikumpulkan, dan target-target telah ditentukan (penggabungan sekolah, penempatan kembali guru dll.) di semua kecamatan. Pelaksanaan sedang dalam proses. Oleh karena itu pencapaian target baru bisa dimonitor pada tahun 2005. Sekolah kelas rangkap sudah dikembangkan. Diperlukan bantuan untuk mengelola status baru tersebut untuk meningkatkan mutu belajar mengajar.

  2. Hasil yang sebelumnya tidak terduga dari penggabungan sekolah adalah bahwa beberapa lahan yang tadinya disumbangkan diminta kembali setelah tidak diperlukan lagi oleh sekolah. Catatan: 60-95 % sekolah dasar tidak mempunyai sertifikat tanah.

  3. Beberapa kenaikan dalam rasio siswa-guru terlihat di sekolah-sekolah MBE. Rasio semua sekolah dasar di semua kecamatan akan dihitung kembali untuk mengetahui sejauh mana kebenaran penemuan ini.

  4. Database yang diperbaharui akan memberikan rincian kenaikan per-sentase di kelas-kelas sekolah dasar yang dalam kondisi bagus. 25% dari sekolah tersebut masih memerlukan banyak perbaikan.

Tujuan proyek: Kabupaten melaksanakan sistem yang adil mengenai pemberian dana langsung yang jumlahnya memadai ke sekolah-sekolah untuk mendukung operasional dan pemeliharaan.

  1. Persentase dana anggaran yang diberikan langsung ke sekolah meningkat di 3 kabupaten.

  2. Kabupaten yang menerapkan formula pendanaan (formula funding) bertambah satu lagi pada tahun 2004 sehingga menjadi 2 kabupaten (Pati dan Pacitan).

  3. Sekolah-sekolah di kabupaten binaan MBE di Jawa Timur menerima hibah dari propinsi pada tahun 2004 yang dibagikan berdasarkan jumlah siswa - Rp.15.000 per siswa SD/MI per bulan dan Rp.20.000 per siswa SMP/MTs.

B. Peningkatan Partisipasi Stakeholder

Tujuan proyek: Sekolah-sekolah binaan MBE melaksanakan manajemen berbasis sekolah, mempunyai komite sekolah yang aktif dan berfungsi, dan meningkatnya dukungan masyarakat.


  • Kurang lebih 80% sekolah-sekolah menerapkan manajemen berbasis sekolah dan hampir semua sekolah sampel mempunyai komite sekolah yang berfungsi.

    Komite Sekolah
  • Rencana Pengembangan Sekolah dibuat secara partisipatif dan rencana anggaran dipajangkan meskipun tidak selalu di tempat yang mudah dilihat umum.

  • Para kepala sekolah menunjukkan rasa percaya diri yang meningkat dalam peran manajemen mereka, tetapi mereka masih perlu lebih banyak waktu berada di dalam kelas.

  • Jawa Timur membagikan dana hibah propinsi untuk semua sekolah yang digunakan banyak SD untuk mengurangi kontribusi keuangan dari orang tua murid. Kontribusi dari masyarakat berlanjut.

    Orang tua membantu guru
  • Sekolah-sekolah mulai membuka diri dan mengundang orang tua murid ke kelas-kelas untuk membantu guru atau sebagai nara sumber.

  • Komite sekolah aktif dan menjadi lebih terlibat dalam bidang akademik, tidak hanya terbatas pada perbaikan dan pemeliharaan sekolah.

  • Penyumbang dana nampak puas dengan masukan dari MBE. Semua responden mencatat perubahan-perubahan perilaku dan sikap positif pada diri mereka dan pada orang orang lain. Para guru mengharapkan dukungan lebih banyak di kelas.

Kepuasan stakeholder

Masuk ke banyak sekolah sekolah binaan MBE dan kelas-kelas dan kepuasan pelanggan dengan perubahan perubahan nampak nyata. Sebagian besar orang lebih percaya diri, rileks dan mudah diajak berdiskusi. Orang tua murid dan anggota anggota masyarakat makin banyak diundang ke sekolah, dan mereka tidak hanya diminta memberikan sumbangan uang lebih banyak. Semua responden melihat perubahan-perubahan perilaku positif pada diri mereka dan pada orang orang lain (guru, kepala sekolah, dan siswa siswa SMP). Perubahan itu termasuk meningkatnya kepercayaan diri, siswa lebih aktif di kelas, dan ingin belajar lebih banyak. 75 % dari siswa SMP mengatakan mereka menyukai bekerja dalam kelompok dan merasa mendapat nilai yang lebih tinggi.

C. Peningkatan belajar mengajar

Tujuan proyek: Sekolah-sekolah binaan MBE menerapkan pendekatan PAKEM untuk peningkatan mutu belajar mengajar.

  1. Perubahan perilaku guru lebih nyata dibandingkan dengan pada waktu mereka diamati pada saat survei awal, sebelum pendekatan PAKEM diperkenalkan kepada mereka.

  2. 88% dari sampel sekolah sudah menerapkan pendekatan PAKEM dan 56% guru SD/MI dan 6 dari 10 guru SMP/MTs yang diamati menunjukkan paling sedikit 2 perilaku baru.

  3. Perilaku baru yang paling sering terlihat adalah membantu siswa dalam tugas-tugas mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa.

  4. Peningkatan perencanaan mengajar oleh guru akan dimonitor pada tahun 2005 setelah pelatihan MBE mengenai perencanaan.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID