Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Tujuan proyek: Peningkatan pencapaian hasil belajar siswa dalam mata pelajaran pokok setelah kurun waktu tertentu.

  1. Tes dilakukan pada bulan Mei 2004 untuk pelajaran Membaca (kelas 1), Bahasa Indonesia dan Matematika (kelas 4) dan IPA (kelas 5). Tes ini akan diulangi pada tahun berikutnya untuk melihat perubahan hasil belajar siswa.

  2. Kinerja siswa dalam mata pelajaran yang diobservasi menunjukkan perubahan besar dalam perilaku kelas dibandingkan dengan survei awal pada tahun 2003. Para guru menciptakan situasi yang
    memungkinkan siswa menyatakan diri mereka secara bebas, bekerja dalam kelompok dan memikirkan jawaban pertanyaan dan bukan sekedar menghafalkan informasi. Siswa juga berbicara secara bebas antar mereka, dan lebih santai bergaul dengan guru, dan responsif terhadap pengunjung.

  3. Suasana sekolah dan kelas menunjukkan perbaikan yang nyata. Pada umumnya sekolah merupakan tempat yang rapi, aman, dan bersih untuk siswa dan juga menarik karena pajangan hasil karya siswa dan alat bantu mengajar. Pengaturan bangku-bangku sudah diubah sehingga siswa dapat mendiskusikan masalah atau sekedar bercakap-cakap satu sama lain.

  4. Orangtua siswa diundang ke sekolah dengan berbagai peran, beberapa orang bahkan membantu pembelajaran di 6 sekolah binaan MBE, yang lain bertindak sebagai nara sumber, atau telah membentuk "paguyuban kelas" sebagai cara untuk membantu proses belajar mengajar secara langsung, tidak hanya sekedar membantu pekerjaan rumah.

Beberapa rekomendasi

  • Perubahan yang dicatat disini perlu dikonsolidasikan sehingga berkembang menjadi praktek yang berkelanjutan. Mudah-mudahan pengembangan program ke daerah lainnya tidak akan mengurangi, atau bahkan menghilangkan apa yang sudah dicapai, karena menjadi sulit bagi tim proyek untuk memberikan dukungan yang diperlukan.

  • MBE perlu mendorong kepala sekolah untuk lebih sering masuk ke kelas dan untuk waktu yang lebih lama. Dengan melakukan hal ini, kepala sekolah akan terlihat memberikan dukungan pada tugas guru secara aktif.

  • MBE perlu memberikan dukungan yang intensif pada KKG dan MGMP dengan jalan: (i) mengundang guru-guru inti, yang memimpin pertemuan pertemuan KKG/MGMP, untuk bergabung dengan program pelatihan reguler PAKEM dan (ii) menyediakan waktu pelatihan untuk mengembangkan program semester untuk KKG dan MGMP dengan guru inti dan pemandu mata pelajaran.

  • MBE perlu meninjau kembali strategi pendampingan untuk mendukung guru sehingga fasilitator kabupaten/kota dapat berkunjung ke kelas lebih sering lagi agar mereka dapat menyediakan waktu sehari penuh setiap 3 bulan untuk memberikan dukungan bagi guru dan menindaklanjuti pelatihan PAKEM bagi setiap peserta pelatihan MBE. Dukungan ini termasuk observasi kelas yang diikuti dengan umpan balik.

  • Pelatihan MBE perlu lebih sering diadakan, sebaiknya sekali setiap semester.

  • Lama pelatihan perlu diperpanjang menjadi 5 - 6 hari untuk memberikan waktu yang cukup untuk pelaksanaan simulasi mengajar yang simultan (bagi semua peserta pelatihan) dengan menggunakan format observasi yang sistemik/obyektif (seperti yang digunakan oleh tim monitoring).

  • MBE perlu memberikan modeling praktek pembelajaran yang baik melalui video, demonstrasi atau pembelajaran yang nyata sehingga peserta pelatihan dapat melihat, mengalami dan mendiskusikan metode mengajar PAKEM.

  • MBE, Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah perlu mengembangkan suatu sistem untuk menggantikan guru yang tidak hadir karena melaksanakan tugas-tugas di luar sekolah untuk proyek atau dinas agar supaya siswa tidak dirugikan pada saat itu.

  • Untuk meningkatkan kinerja siswa dalam Bahasa Indonesia, sesi membaca selama 20-30 menit perlu diperkenalkan untuk semua kelas.

  • Sesi menulis setiap hari perlu diperkenalkan di semua kelas -misalnya menulis buku harian. Dalam sesi ini guru perlu menekankan penggunaan tulisan yang bagus, bahasa yang tepat, tanda-tanda baca dan ejaan yang benar.

  • Untuk meningkatkan kemampuan berhitung (numerasi) setiap hari perlu ada sesi matematika selama 30 menit di mana siswa membuat dan mengerjakan soal angka (soal cerita). Perlu ada diskusi mengenai pemecahan masalah/soal cerita dengan siswa lain.

  • Siswa perlu didorong untuk memperbaiki sendiri kesalahan-kesalahan setelah pekerjaan mereka sudah diperiksa (untuk literasi mapun numerasi).

  • Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah perlu menekankan pentingya bagi siswa untuk mempunyai sesi kepustakaan sebagai bagian dari jadwal pelajaran sehingga kepentingannya ditingkatkan pada pikiran siswa (dan guru). Siswa SMP/MTs dapat menggunakannya untuk membaca, mengerjakan tugas sekolah maupun pekerjaan rumah bersama temannya.

  • Pelatihan PAKEM di masa datang perlu menunjukkan kepada para guru bahwa ada beberapa cara untuk menggunakan sudut baca dan perpustakaan untuk mengembangkan minat baca siswa maupun menjadi tempat yang sepi bagi siswa untuk membaca setelah mereka menyelesaikan tugas yang diberikan.

  • Pelatihan PAKEM perlu mempertimbangkan sekali lagi tujuan dan cara-cara memilih hasil karya siswa untuk pajangan, sehingga anak-anak dapat merasakan keberhasilan dan kebanggaan akan hasil kerjanya dengan mengambil bagian dalam proses seleksi.

Dewan Pendidikan

Dewan Pendidikan di Probolinggo mengajukan saran-saran dan pertimbangan kepada Pemerintah Daerah agar dana dari APBN dan APBD digunakan untuk meningkatkan pendidikan dan dewan juga melontarkan gagasan-gagasan alternatif serta melaksanakan monitoring pengelolaan pendidikan di beberapa sekolah. Program lain yang menarik adalah Forum Komunikasi Komite Sekolah yang dikembangkan di setiap kecamatan di Banyuwangi dan Pati.

Forum ini bertujuan (i) memfasilitasi pertukaran informasi di antara komite sekolah di setiap kecamatan dan dengan kabupaten, (ii) mengumpulkan aspirasi dan gagasan-gagasan lain dari masyarakat di tingkat kecamatan mengenai program dan kebijaksanaan, dan (iii) memperkuat rutinitas dan efektifitas hubungan antara dewan pendidikan dan komite sekolah. Saluran ini juga bermanfaat bagi dewan pendidikan sebagai alat untuk mengumpulkan informasi dari semua komite sekolah di kabupaten.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID