|
SMP Negeri I Dringu, Kabupaten Probolinggo
Sebagai SMP yang terletak di keca matan berbatasan dengan kota, SMPN I Dringu harus berkompetisi dengan sekolah di wilayah Kota. Untuk itu SMPN I berbenah diri dan berupaya keras meningkatkan kualitas, baik dibidang pengelola an maupun pembelajaran.
Dibidang managemen upaya yang dilakukan Kepala sekolah adalah dengan menciptakan transparansi kegiatan dan keuangan sekolah
Sekolah dan komite telah dilatih melalui proyek MBE untuk menyusun perencanaan induk pe-ngembangan sekolah (RIPS) dan rencana ang-garan sekolah (RAPBS). Transparansi merupakan kunci agar lembaga mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, sehingga mereka peduli dan dapat terlibat secara aktif terhadap pendidikan.
Dibidang pembelajaran SMPN I Dringu melakukan perubahan yang cukup drastis. Diawali dengan pelatihan bagi semua guru untuk pembelajaran kontekstual, pembentukan MGMP sekolah, mendirikan laboratorium dengan dana mandiri sampai dengan melakukan kerjasama dengan dunia usaha yaitu PT Cheal Samsung In donesia, sebuah pabrik pupuk yang berlokasi di kecamatan Ngopak, Pasuruan.
Pembelajaran kontekstual atau PAKEM telah dilaksanakan oleh guru di SMPN I Dringu, dimana guru melakukan pembimbingan secara individual pada siswa. Sebelum guru dilatih pembelajaran masih sangat tradisional, siswa belajar secara lasikal, guru sebagai pusat.
|
Beberapa snapshot kegiatan sehari hari di SMPN I Dringu yang menunjukkan kemajuan. Karya siswa yang dipajang, belajar dengan bekerja, belajar kelompok
|
Perubahan yang cukup drastis terjadi dibidang pembelajaran tahun ajaran 2004/2005. Guru tidak lagi mendominasi kelas. Siswa lebih banyak bekerja dalam belajar. Laboratorium komputer yang ditata sedemikian hingga memungkinkan siswa dapat melakukan sharing antar kelompok dengan mudah.
Pelatihan Mandiri KS dan Guru di Kecamatan Singojuruh
Sebanyak 105 peserta terdiri dari kepala sekolah dan guru SD/MI se Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi mengikuti pelatihan Kepala sekolah dan guru yang dilaksana-kan di cabang dinas kecamatan. 105 peserta tersebut berasal dari 35 sekolah SD/MI. Kegiatan ini merupakan kegiatan pelatihan mandiri yang merupakan usulan sekolah sekolah yang menginginkan ada pelatihan konkrit bagaimana MBS, PSM dan PAKEM diimplementasikan di sekolah.
Dengan dilatih fasilitator MBE Kabupaten pelatihan yang berjalan 2 hari ini dibagi tiga kelompok yaitu kelompok khusus kepala sekolah, guru kelas 1 dan 4. Kelompok kepala sekolah khusus membahas MBS, PSM dan RIPS yang dipandu oleh Bpk S. Hadi Susanto.
|
Kelas Awal dibimbing oleh Ibu Hj. Suhernik dan Ibu Mien Triviliana sedangkan kelas 4 dibimbing Ibu Irmawati, Barorotin, Gunarti dan Bpk sutaman. Dari hasil refleksi pada akhir kegiatan peserta dari guru mulai memahami konsep Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan menyenangkan. Sedangkan dari masing-masing sekolah membuat rencana tindak lanjut 1, 3 dan 6 bulan ke depan untuk mulai melakukan perubahan ke arah MBS, PSM dan PAKEM.
Mendapat Kunjungan dari Kecamatan Imbas
Gaung MBE rupanya sudah menyebar keseluruh wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Sudah beberapa kecamatan yang mengunjungi sekolah binaan MBE baik yang di Kecamatan Banyuwangi maupun Gambiran.
Sekolah-sekolah tersebut sangat tertarik dengan pelaksanaan MBS, PSM dan PAKEM yang sudah berjalan di sekolah binaan MBE dan ingin berdiskusi serta berbagi pengalaman. SDN 1, 2 dan 7 Jajag mendapat kunjungan dari Kepala Sekolah dan Guru dari Kecamatan Muncar. Apa yang dilakukan selama kunjungan? Kepala sekolah berdialog dengan pengawas dan
|
Kiri: Peserta kunjungan sedang mengamati pajangan siswa kelas 1 SDN 7 Jajag, Tampak walimurid yang membantu guru didalam kelas (mengendong putrinya dan bapak yang berbaju putih) Kanan: Berdiskusi di kelas 1 SDN 7 Jajag tentang pembelajaran tematik serta portofolio anak.
|
kepala sekolah yang dikunjungi berkaitan dengan pelaksanaan MBS dan PSM. Sedangkan guru-guru masuk kelas, melihat pembelajaran PAKEM dikelas serta mengadakan diskusi dengan guru dan bertanya kepada anak.
Melihat rencana pembelajaran yang telah disiapkan guru, pajangan yang ada di kelas, portofolio serta penataan kelas yang membuat siswa betah. Selain Kecamatan Muncar, juga Kecamatan Glenmore, Singojuruh, Genteng, dan beberapa yang lain juga telah berkunjung.
Rencana Induk Pengembangan Sekolah (RIPS)
Selama ini format RIPS terlalu banyak apabila dipajangkan secara terbuka, kenapa? Karena banyaknya jenis format dari komponen visi-misi, SWOT dan seterusnya hingga menjadi sebuah RAPBS tiga tahun depan. Apabila dipajangkan dalam satu lembar papan melamin atau triplex akan banyak dan tentu kecil-kecil tulisan dan formatnya sehingga kurang menarik untuk dibaca.
Bagaimana kalau dipajangkan program yang menjadi skala prioritas tiga tahun kedepan. Tahun ke berapa program prioritas tersebut direalisasikan, berapa anggaran dana yang diperlukan dan dari mana sumberdananya diperoleh, mungkin ini akan lebih mudah dan singkat untuk sebuah pajangan RIPS.
SDN 1 Jajag, Banyuwangi sudah melaksanakan hal ini program prioritas mudah terbaca berserta anggarannya seperti terlihat pada gambar RIPS terpajang ditempat umum secara jelas dan sangat mudah dimengerti oleh siapapun. Dan ini telah mulai disebarluaskan kesekolah lain.
|