Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

MBE Masuk ke 11 Daerah Baru

Mulai bulan ini, April 2005 MBE akan masuk ke 5 daerah baru di Jawa Tengah dan 6 daerah di Jawa Timur. Daerah tersebut diseleksi setelah MBE menerima surat minat dari setiap daerah dan setiap daerah telah dikunjungi konsultan kami. Sebelas daerah tersebut adalah:

Kegiatan untuk 11 daerah akan dimulai pada tgl. 11 .s.d 13 Mei dengan Lokakarya Orientasi di Batu, termasuk kunjungan ke sekolah MBE di Batu dan Blitar. Peta semua daerah MBE ada di halaman belakang (hal. 16).

MBE Menghadap Dirjen Dikdasmen

Pada tgl. 15 Maret beberapa program pendidikan dasar diundang memberi presentasi di depan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Bpk Indra Jati Sidi dan beberapa donor termasuk USAID dan AusAID. Selain program MBE, yang diundang termasuk program CLCC (UNESCO, Unicef), IAPBE dan NTT-PEP (AusAID).

Setiap program memberi presentasi tentang kegiatannya dilanjutkan dengan diskusi tentang kerjasama dan koordinasi antara ke-empat program tersebut. Presentasi MBE selain dari Stuart Weston, pemimpin program MBE sebagian besar dari teman-teman daerah, termasuk Bpk Kardoyo dari Pacitan, tentang pemetaan dan perencanaan, Ibu Mistin dari Batu tentang Dana Alokasi Sekolah, dan Ibu Sri Sumarti, Kepala SD Tangkil 1, Blitar tentang MBS, Peran Serta Masyarakat dan PAKEM. Bpk Dirjen sangat terkesan khususnya dengan cerita dari daerah.

Bpk. Indra Jati Sidi

Bpk. Indra Jati Sidi, Dirjen Dikdasmen membuka pertemuan koordinasi (kiri) Pajangan sekolah MBE Kota Batu di pertemuan (bawah)


Pajangan Sekolah MBE

Cerita Lain di Dalam:

Guru Miskin, Sekolah Kaya

Salah satu sekolah yang menonjol di daerah mitra program MBE adalah SMP Muhamadiyah di kecamatan pedesaan Kebasen di Banyumas. 60% gurunya adalah guru tidak tetap dengan gaji rata-rata di bawah Rp.100,000 per bulan!

Tetapi semua guru bersemangat tinggi dan semua ruang kelas maupun di luar kelas penuh pajangan hasil karya anak yang bukan sekedar hiasan. Pajangan terdiri dari laporan sains, pemecahan soal matematika, cerita dan puisi - semua

Ibu Siti Hariroh, Sri Winarti dan Rita Sahara
Suasana kelas yang menyenangkan
Hasil karya Siswa

No.1: Ibu Siti Hariroh, Sri Winarti dan Rita Sahara, guru di SMP Muhamadiyah
No.2: Suasana kelas yang menyenangkan
No.3: Hasil karya siswa

ditulis siswa sendiri. Suasana sekolah terbuka dan menyenangkan. Siswa menyatakan senang belajar dengan PAKEM karena lebih menarik dan dapat memecahkan masalah bersama temannya. Meskipun gurunya miskin namun lingkungan pendidikan kaya. SMP ini termasuk golongan SMP terbaik di daerah MBE!!

Anak Kelas 1 Belajar Sampai Jam 12.00

Pihak asing kalau datang ke Indonesia sering kaget karena anak kelas 1 dan 2 pada umumnya hanya masuk kelas setiap hari kurang-lebih 3 jam. Padahal di sebagian besar negara lain anak masuk sehari penuh sama dengan kelas-kelas lain. Hari yang pendek ini mengurangi kesempatan anak kelas 1 dan 2 untuk belajar. SD Tulungrejo 4, Batu sudah menjadi pelopor. Anak kelas satu masuk setiap hari sampai jam 12. Pada pagi hari mereka mengerjakan kegiatan yang lebih bersifat PAKEM, sedangkan pada siang hari mengerjakan tugas yang lebih formal. Apakah ada sekolah lain yang berani melakukan hal yang sama?

Ibu Dra. Prihastutik

Ibu Dra. Prihastutik, guru kelas 1 di SD Tulungrejo 4, yang menerapkan pelajaran sampai jam 12 untuk kelas 1.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID