|
Pameran PAKEM SD Baleharjo II, Pacitan
Tanggal 1 Juli 2005, bertepatan dengan acara perpisahan sekolah, SDN Baleharjo 2 menggelar pameran PAKEM. Kegiatan yang seluruh panitanya terdiri dari pengurus komite sekolah ini dilaksanakan di halaman dan empat ruang kelas sekolah. Menurut Kepala Sekolah, Syamsuhadi, S.Pd, (foto di bawah) moment ini bertujuan menunjukkan kepada orang tua dan wali murid tentang proses pembelajaran PAKEM dan sekaligus memberdayakan peran komite sekolah.
Pameran yang diikuti semua orang tua murid dari klas 1sampai kelas 6 tersebut sangat meriah karena dihadiri undangan dan masyarakat. Kegiatan diawali dengan pawai drum band yang diikuti murid, guru, dan pengurus komite. Siangnya penerimaan raport dan diteruskan ke acara inti yaitu gelar pameran. Pameran berlokasi di empat ruang kelas yang masing masing dijaga oleh guru untuk memandu pengunjung. Orang tua siswa berkeliling melihat pajangan hasil karya anak, media atau sumber belajar, dan portofolio yang akan dibawa pulang setiap orang tua sebagai bukti hasil kerja anak.
Pemandu juga menjelaskan apa, mengapa, dan bagaimana PAKEM. Pemandu juga menyampaikan manfaat sumber belajar yang ada disekitar lingkungan sekolah dan anak . Pengunjung sangat antusias mengikuti pameran. Menurut Pak Samino, salah satu pengurus komite, kegiatan seperti ini sangat menarik, dan komite merencanakan pameran hasil kerja sekolah ini menjadi agenda rutin tiap tahun karena bisa menampung aspirasi dan kreasi siswa.
Kegiatan menjadi lebih meriah karena dibuka oleh Bapak Bupati dan malamnya diisi acara gelar seni, dengan menampilkan berbagai karya yang semuanya terdiri dari siswa-siswa baleharjo 2.
Diseminasi PAKEM dan Fasilitator Lapis 2 di Pacitan
PAKEM semakin marak di Kabupaten Pacitan. Selain di 20 sekolah binaan MBE, pembelajaran aktif tersebut sudah menyebar ke sekolah-sekolah imbas. Tahun pertama Pemda sudah menganggarkan dana pendamping sebagai penunjang perluasan pelatihan sekolah untuk merespon Kurikulum Berbasis Kompetensi itu walaupun jumlahnya masih sedikit. Sebagai realisasinya banyak sekolah imbas yang difasilitasi untuk mengadakan pelatihan, di samping sekolah sendiri melakukan pelatihan secara mandiri dengan dibantu MBE melalui tenaga pelatihnya.
Pada tahun 2005 meskipun penyebaran menjadi hal yang tidak mudah, Pemda tetap berkomitmen untuk terus maju. Tekad ini dimotori duet pengelola program, Drs. Kardoyo, M.Si dan Misgiman, S.Pd. dan didukung penuh Kepala Dinas Pendidikan. Disetiap kesempatan Drs. Sakundoko, MM pucuk pimpinan institusi pendidikan yang masih muda ini selalu menggelorakan slogan tiada hari tanpa peningkatan mutu.
Untuk mengefektifkan penyebaran PAKEM disekolah, strategi yang ditempuh haruslah tepat. Penyebaran yang tidak memperhatikan aspek kesinambungan hanya akan menghabiskan dana dan tidak mencapai hasil yang optimal.
|
|
Untuk itu dalam rangka memaksimalkan program ini dilakukan langkah langkah sebagai berikut :
- Menganggarkan melalui APBD II dengan jumlah yang lebih besar
- Membentuk fasilitator lapis II
- Pelatihan sekolah lebih ditekankan pada sekolah yang punya motivasi untuk maju.
Salah satu kendala dalam penyebaran PAKEM adalah keterbatasan tenaga pelatih. Selama ini Dinas Pendidikan hanya memiliki 12 fasilitator daerah. Sedang sekolah yang telah dan akan mengadakan pelatihan baik yang difasilitasi oleh dinas maupun swadaya semakin banyak. Sebagai contoh bulan Juli September tahun ini ada .33.sekolah yang akan mengadakan pelatihan.
Jumlah pelatih diatas tentu belum memadai. Sebagai solusi untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Pendidikan akan membentuk fasilitator lapis dua yang bejumlah 60 orang. Di setiap kecamatan dipilih 5 orang yang terdiri atas unsur guru, Kepala Sekolah dan pengawas dari berbagai bidang studi. Calon pelatih yang akan mengikuti TOT tanggal 14 s.d 16 Juli ini, bersama sama dengan faslitator yang sudah ada akan melatih dan mengawal pelaksanaan PAKEM disekolah sekolah untuk menopang keberlanjutan pelaksanaan PAKEM.
Program diseminasi ini diharapkan menjadi program rutin, didanai oleh daerah, dipelopori sekolah yang punya motivasi pembaharuan dan dikawal oleh fasilitator di masing masing kecamatan. Dengan demikian, peningkatan mutu bukan sekedar angan-angan.
|
Sosialisasi PAKEM di SMP-MTs di Madiun
Salah satu kesulitan yang sering terjadi di SMP adalah pembiasaan metode PAKEM oleh semua guru. Hal ini disebabkan dari keseluruhan guru yang berjumlah 50 70 orang hanya 10 orang yang dilatih. Di Madiun dilakukan sosialisasi yang melibatkan seluruh guru. Sepuluh guru yang telah mendapatkan pelatihan PAKEM mengajar dan disaksikan guru yang lain yang belum mendapat pelatihan PAKEM.
Praktek mengajar 10 guru dibagi menjadi 2 gelombang sehingga guru yang lain dapat menyaksikan dua jenis pembelajaran. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi per mata pelajaran. Forum diskusi merupakan sarana untuk mencari solusi yang baik. Hal pertama yang diskusikan adalah pendapat guru tentang pembelajaran yang disaksikan.
Apabila mereka menyatakan ada yang kurang menarik, didiskusikan bagaimana solusinya agar pembelajaran lebih menarik. Diskusi kemudian dikembangkan persiapan apa yang diperlukan oleh guru agar pembelajaran dikelas lebih banyak melibatkan siswa. Dari hasil diskusi terungkap kekawatiran terbesar guru adalah dengan PAKEM materi pelajaran tidak dapat selesai.
Solusi yang ditemukan adalah guru berbagi peran dengan murid. Apabila terdapat materi yang mudah biarkan murid belajar sendiri selanjutnya guru me-nguji pemahaman siswa. Dengan cara seperti ini para siswa akan lebih bertanggung jawab dan banyak kegiatan di luar jam-jam sekolah. Kegiatan sosialisasi seperti ini dilakukan dari pukul 07.00 12.00.
|
Solidaritas dan Persamaan Persepsi Eksekutif Legislatif sangat menunjang pengembangan program MBE.di Kabupaten Pacitan
|
|