|
Siswa SMPN 1 Ambal Melakukan Penelitian
Siswa kelas 7A di SMPN 1 Ambal, Kebumen belajar tentang hujan. Guru PS Ibu Listy ingin membuat suatu pelajaran yang mengharuskan mereka mencari data sendiri tentang curah hujan di desa masing-masing.
Pertama setiap anak membuat alat pengukur curah hujan dari kaleng susu atau roti dan penggaris. Alat tersebut diletakkan di tempat yang terbuka dan aman. Setiap hari jumlah hujan diukur dan dicatat di buku maisng-masing. Pengamatan selama 4 minggu dari minggu ke-2 s.d. minggu ke-5 bulan Maret 2005.
Hasil ini didiskusikan secara kelompok di kelas berdasarkan desa tempat tinggal masing-masing. Kemudian dibuat tabel dan grafik curah hujan masing-masing desa di kecamatan Ambal. Di sebelah kanan adalah tulisan Vima Kusuma Putri, siswa Kelas 7A SMPN1 Ambal
|
Uraian Foto
- Vima mengukur hujan di depan rumah
- Catatan harian data hujan oleh Intan
- Data dan Grafik dari desa Entak
- Kelompok Desa Sumberjati menunjukkan data dan grafik
- Ibu Listyani yang menunjukkan kreatifitas dalam mengajar PS
|
|
Komentar: Kerja praktek dan keberlanjutan seperti ini merupakan pembelajaran PAKEM yang benar-benar kontekstual berarti menarik dan bermakna bagi anak. Anak terlatih dalam keterampilan mengumpulan, merekam dan menganalisis data. Pembelajaran dilaksanakan pada jangka waktu yang panjang dan merupakan penelitian sederhana. Apakah ada sekolah lain yang mau melakukan hal yang sama? Pelajaran ini perlu dikembangkan menjadi satu tema ‘Hujan’ dengan membahas hal lain yang terkait, msilanya ‘mengapa terjadi hujan?’, ‘mengapa ada musim hujan dan musim kemarau?’
Reaksi Akhirudin, siswa kelas 7A, ‘Saya ingin menjadi ahli meterologi.’
|
|
Praktek Mengukur Curah Hujan
Pada pelajaran IPS Geografi, murid-murid kelas 7A diberi tugas oleh Ibu Listyani yang merupakan wali kelas dan guru IPS Geografi kami, untuk membawa alat-alat pengukuran curah hujan dan penyinaran matahari (ombrometer sederhana dan fluviometer sederhana).
Dengan menggunakan botol Aqua yang dipotong bagian atasnya. Lalu di dalamnya ditaruh botol kecil yang dihubungkan ke bagian atas menggunakan sedotan itu kami berhasil membuat ombrometer sederhana. Ini adalah gambar ombrometer sederhana itu (di atas kiri)
|
|
Lalu setelah kami mempraktekan membuat ombrometer sederhana itu kami mulai berpikir bagaimana cara mengukurnya kalau bagian bawahnya tidak datar. Kemudian kami mengambil kesimpulan dengan menggunakan kaleng susu. Kami ditugasi untuk mempraktekan mengukur jumlah curah hujan di desa kami masing-masing. Sepulang sekolah saya mencari bekas kaleng susu. Setelah menemukan bekas kaleng susu di belakang rumah, saya membersihkan dan melepas tutupnya. Saya menaruh kaleng susu itu di dekat sumur (di tempat terbuka). Saya membiarkan kaleng susu itu. Paginya saya melihat isi kaleng susu itu.
Di dalamnya ada air. Memang kata Ibu tadi malam hujan. Lalu saya mengambil lidi, penggaris, dan buku catatan. Mula-mula saya mencelupkan lidi tersebut ke dalam kaleng, kemudian lidi tersebut saya angkat dan diukur menggunakan penggaris sepanjang lidi itu terkena air. Rupanya jumlahnya hanya 2 mm, berarti tadi malam hujannya tidak deras. Saya melakukan pengukuran itu dari Sabtu, 5 Maret 2005 – Sabtu, 12 Maret 2005. Pada akhir pengukuran ini di minggu ke-2 di bulan Maret, hasil pengukuran ditulis didalam bentuk tabel dan diperiksa oleh Ibu Listyani. Kami disuruh untuk terus mengukur sampai minggu ke-4.
Setelah itu kami disuruh untuk membuat kelompok yang anggotanya satu desa. Kelompok ini dibuat untuk menuliskan/membuat tabel dan grafik curah hujan di desa kami, Desa Ambalresmi. Kami sudah dijelaskan cara membuatnya. Caranya setiap anak menuliskan hasil ukurannya dan dijumlahkan dalam tiap minggunya. Kemudian hasil jumlahan terebut dibuat grafik. Setelah selesai membuat, kami mengumpulkan tugas kami kepada Ibu Listyani. Dengan menggunakan kertas manila yang besar dan diberi warna supaya lebih bagus. Kami sangat senang dengan tugas ini karena dapat melatih ketrampilan kami dalam belajar dengan praktek.
Tulisan Vima Kusuma Putri, Siswa Kelas 7A SMPN1 Ambal
|
Pengawas ikut Praktik Mengajar
Waktu praktik mengajar di pelatihan di Ambal, ada pengawas sekolah juga ikut praktik. Ibu Sri Kuwati mengajar di kelas 6 di SD Pasar Senin Ambal ( bukan Jakarta!). Lihat foto di samping kiri. Pembelajarannya sangat berhasil. Selamat kepada Ibu Sri!
|