|
Alokasi pendanaan pendidikan (lanjutan)
Diakhir acara, daerah yang telah melaksanakan FF merevisi pelaksanaan selama ini. Untuk yang belum mempunyai, mereka menyusun draft FF beserta Rencana Tindak Lanjutnya (RTL) yang akan ditindaklanjuti di daerah dan dipresentasikan ke stakeholder pendidikan.
Akhir lokakarya dilanjutkan dengan Kaji Ulang dan Tindak Lanjut untuk tahap 1 dan 2.
Berdasarkan hasil review masih perlu dilakukan pendampingan dari MBE ke beberapa daerah lama sebagai dukungan teknis untuk mencapai tujuan mereka dalam mencapai transparansi dan efisiensi dalam pendanaan pendidikan. Berita yang menggembirakan, selain Pati, Pacitan, Madiun, yang telah mendahului, Kota Batu telah mendapat persetujuan legislatif untuk melaksanakan FF tahun 2005 disemua jenjang pendidikan negeri dan swasta, serta Kab.Kebumen untuk tingkat SD. Salut. Siapa menyusul ?
|
District Coordinator, Daerah Tahap ke-3
Koordinator kegiatan MBE di setiap daerah yang baru masuk program MBE telah diangkat dan mulai bekerja. Mereka diangkat melalui proses yang transparan dan terbuka. Pertama, iklan lowongan dimasukkan ke koran di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kemudian dari 30 hingga 200 lamaran untuk per daerah dipilih 4 atau 5 yang terbaik oleh pemerintah daerah dan MBE untuk diwawancarai oleh kedua pihak bersama-sama pada bulan Juni di Semarang dan Malang.
|
District Coordinator lima daerah tahap ke-3 di Jawa Tengah (kiri ke kanan): Wahyu Darwono (Kab. Semarang), Ahmad Mardiyanto Prasetyo (Kota Magelang), Nur Jannah (Purworejo), Sarwa Eka (Sukoharjo), dan Roy Amien Faowzie (Purbalingga)
|
|
District Coordinator enam daerah tahap ke-3 di Jawa Timur (kiri ke kanan): Mus Mualim (Kota Pasuruan), Mu'arifin (Kab. Malang), Vita Novianti (Situbondo), Renniati Fadhilah (Nganjuk), Bagus Mindhoni (Trenggalek), Edi Prijono, ST (Magetan)
|
|
Pendanaan dan Pembelajaran
Ide-ide baru mengenai pembelajaran dan pendanaan sekolah telah diperkenalkan kepada peserta lokakarya pendanaan sekolah daerah MBE tahap ke-3 untuk dipertimbangkan oleh mereka.
Ditekankan kepada mereka bahwa ada perubahan yang mendasar mengenai konsep tentang pendidikan formal. Kita sedang beralih dari paradigma yang berfokus kepada guru dan apa yang dikerjakan olehnya dengan sesuatu yang berfokus kepada pembelajaran dan apa yang dikerjakan pelajar.
Hal ini nampak jelas tergambar dalam pelaksanaan cepat pendekatan PAKEM di daerah-daerah MBE. Beberapa contoh perubahan dalam pendanaan sekolah dijelaskan dalam lokakarya oleh wakil dari daerah. Misalnya, banyak daerah telah mendanai ’immersion’ program di mana anak masuk lingkungan yang mereka harus berbicara hanya Bahasa Inggris.
|
Di Kabupatan Semarang para peserta menjelaskan program untuk mendorong pembelejaran siswa di rumah dengan membuat peraturan pemerintah yang melarang penggunaan televisi dari jam 5 sampai jam 7 malam.
Kabupaten Trenggalek dan Magetan melaporkan strategi yang mendanai orang-orang ahli untuk berkunjung ke sekolah, supaya siswa dapat belajar langsung dari nara sumber. Selain itu beberapa daerah telah menjelaskan strategi pendanaan sekolah untuk menunjang pengembangan dan pemanfaatan perpustakaan, termasuk pembelian buku, mengembangkan perpustakaan sebagai pusat belajar (Nganjuk) dan merancang ulang perpustakaan dengan menambah materi yang sesuai kebutuhan siswa (Trenggalek).
Bagaimana cara Anda dapat mengelola dana untuk mendorong dan menghargai hasil belajar siswa yang lebih baik ?
Pameran Pendidikan Kecamatan Ambal
UPT Dinas P dan K Kecamatan Ambal berserta Pemerintah Kecamatan, Pemdes Masyara-kat, Dunia Usaha dan para pendidik dan Instansi Terkait se-Kecamatan Ambal secara bergotong royong mengadakan Pameran Pendidikan yang dilaksanakan selama 4 hari tgl 2 – 5 Juli 2005. Peserta terdiri atas SD/MI, SMP/MTs, SMK dan Dunia Usaha se-Kecamatan Ambal. Pameran yang bertempat di SMPN 2 Ambal ini diselenggarakan secara swadana dan bekerja sama dengan MBE.
|
No. 1: Bupati Kebumen H. Suroso S.H, Drs. Air Mas Ka. Dinas P dan K, Bambang Budi H. Camat Ambal, Umar Samadhy dan Andreas Priyono (Konsultan MBE)
No. 2: Stand Sekolah Binaan MBE dari SDN 3 Ambalresmi
|
Acara tersebut baru pertama kali dilaksanakan dan merupakan momen untuk menyebarluaskan informasi tentang pendidikan serta memperkenalkan informasi keberadaan MBE khususnya di Ambal.
Pameran dibuka oleh Bupati Kebumen H. Suroso dan di hadiri oleh Kadinas P dan K, Bappeda, Depag, Infokom, Camat, Danramil, Konsultan MBE, Kepala Sekolah, Guru, dan masyarakat. Stand MBE diwakili oleh sekolah binaan MBE yang bergabung dalam satu ruangan.
Kegiatan Pameran Pendidikan ini selain memperkenalkan hasil karya anak juga mengadakan lomba menyanyi tigkat SD-SMP dan Umum, lomba mewarnai untuk TK, hiburan dari anak-anak SD/MI maupun SMP/MTs dan juga seminar pendidikan “Pembelajaran Aktif Menyongsong Pelaksanaan Kurikulum 2004”
|